TENTANG SURAT AL-KAHFI
Surah Al-Kahf
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| al-Kahf الكهف |
|
|---|---|
| Informasi | |
| Arti | Gua |
| Nama lain | Ashabul Khaf (Penghuni-Penghuni Gua) |
| Klasifikasi | Makkiyah |
| Surah ke | 18 |
| Juz | Juz 15 (ayat 1-74) Juz 16 (ayat 75-110) |
| Statistik | |
| Jumlah ayat | 110 ayat |
Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an
KANDUNGANNYA(1)
SUMBER "http://www.islamquest.net/id/archive/question/fa20314"
Surah al-Kahf (18) seperti surah-surah lain al-Qur’an memiliki banyak
keutamaan dan tipologi yang khas. Keagungan dan keutamaan surah al-Kahf
telah dinukil dalam banyak riwayat dari Rasulullah Saw dan para Imam
Maksum As. Keutamaan itu seperti bahwa terdapat tujuh puluh ribu
malaikat yang melepas kepergiannya tatkala diwahyukan; atau barang siapa
yang membacanya pada hari Jum’at maka Allah Swt mengampuninya hingga
Jum’at berikutnya dan barang siapa yang membaca surah al-Kahf pada
setiap malam Jum’at maka ia mati syahid ketika meninggal dunia dan kelak
dibangkitkan dengan para syahid dan masih banyak lagi keutamaan yang
lain.
Ajaran-ajaran dan kandungan-kandungan surah ini dimulai dengan puji dan
pujaan kepada Allah Swt dan berakhir dengan iman dan amal saleh.
Ayat-ayat ini lebih banyak bercerita tentang mabda (hari permulaan), ma’âd (hari akhirat), berita gembira terhadap pelbagai karunia dan ancaman terhadap azab-azab kiamat.
Di antara poin menarik pada surah ini adalah menyinggung tentang tiga
kisah: Pertama, kisah Ashab al-Kahf. Kedua, kisah Musa dan Khidir. Dan
ketiga, kisah Dzulqarnain.
Jawaban Detil
Menyimak pertanyaan yang diajukan terkait dengan keutamaan dan
kedudukan demikian juga tentang ajaran-ajaran surah al-Kahf maka ada
baiknya juga kami menjelaskan jawaban dalam dua bagian:
- Kedudukan dan Tipologi Surah al-Kahf
Surah al-Kahf (18) seperti surah-surah lain al-Qur’an memiliki banyak
keutamaan dan tipologi dimana keagungan dan keutamaan ini telah dinukil
dalam banyak riwayat dari Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As. Jelas
bahwa kedudukan ini disebabkan oleh pentingnya ajaran-ajaran dan
pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Pada kesempatan ini kami akan menyebutkan beberapa contoh dari
sabda-sabda para maksum As terkait dengan nilai dan kedudukan surah
al-Kahf dan ganjaran orang-orang yang membacanya:
- Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya, “Apakah kalian ingin Aku perkenalkan sebuah surah yang dilepas oleh tujuh puluh ribu malaikat tatkala diwahyukan dan keagungannya memenuhi langit dan bumi?” Mereka berkata, “Iya.” Rasulullah Saw bersabda, “Dialah surah al-Kahf. Barang siapa yang membacanya pada hari Jumat maka Allah Swt akan mengampuninya hingga Jumat berikutnya.”[1]
- Pada hadis lainnya dari Rasulullah Saw kita membaca, “Barang siapa yang menghafal sepuluh ayat dari surah al-Kahf maka Dajjal tidak akan dapat mencelakakannya dan barang siapa yang menghafal seluruh surah maka ia akan masuk ke dalam surga.”[2]
- Dari Imam Shadiq As juga diriwayatkan, “Setiap malam Jum’at maka ia mati syahid ketika meninggal dunia dan kelak dibangkitkan dengan para syahid dan akan dihimpunkan dalam barisan para syahid di hari kiamat.”[3]1
- Selayang Pandang Ajaran-ajaran Surah al-Kahf
Ajaran-ajaran dan kandungan-kandungan surah ini dimulai dengan puji dan
pujaan kepada Allah Swt dan berakhir dengan iman dan amal saleh. Pada
kesempatan ini, kami akan jelaskan bagian-bagian terpenting dari
pesan-pesan yang disampaikan dalam surah al-Kahf:
- Kandungan surah ini seperti surah-surah Makkiyah lebih banyak menjelaskan tentang mabda (hari permulaan penciptaan), ma’ad (hari akhirat), berita gembira terhadap pelbagai karunia dan ancaman terhadap azab-azab kiamat.
- Surah ini menyinggung tentang masalah-masalah penting yang dibutuhkan kaum Muslimin pada hari-hari berat (kiamat). Masalah-masalah tersebut adalah bahwa satu kelompok dalam kondisi minoritas meski sangat sedikit dari sisi jumlah namun mereka tidak boleh menyerah di hadapan kaum mayoritas yang sepintas terlihat kuat, melainkan mereka harus bersikap sebagaimana Ashâb al-Kahf yang merupakan kelompok kecil harus memisahkan diri mereka dari atmosfer dan lingkungan yang rusak dan penuh noda kemusyrikan dan akhirnya bangkit melawan mereka. Apabila mereka mampu maka mereka harus melanjutkan perlawanan dan harus melakukan hijrah apabila tidak mampu.
- Demikian juga di antara kisah surah ini adalah kisah dua orang, pertama adalah seorang yang sangat kaya dan sejahtera namun tidak beriman. Dan kedua seorang fakir dan miskin yang beriman, namun ia sekali-kali tidak pernah tunduk dan menyerahkan kemuliaannya di hadapan orang kaya yang tidak beriman tersebut dan selagi mampu, ia memberikan nasihat dan bimbingan kepadanya dan pada akhirnya ia menyatakan kebenciannya terhadap orang itu dan kemenangan berada pada orang miskin tersebut.
- Bagian lainnya dari surah ini adalah kisah yang menyinggung tentang Nabi Musa dan Nabi Khidir (meski nama Khidir tidak disebutkan dalam surah ini), bagaimana Nabi Musa As di hadapan perbuatan-perbuatan yang nampak secara lahir perkasa namun batinnya penuh mengandung kemaslahatan tidak mampu bersabar, namun setelah menerima pelbagai penjelasan Nabi Khidir terhadap kedalaman masalah ia menyatakan penyesalannya.
- Bagian lain dari surah ini adalah kisah Dzulqarnain, bagaimana ia melewati dunia timur dan barat, berhadapan dengan pelbagai kaum yang memiliki tradisi dan kebiasaan yang berbeda-beda dan pada akhirnya dengan bantuan sekelompok orang bangkit melawan konspirasi Ya’juj dan Ma’juj dan membuat benteng besi menghadang laju pasukan Ya’juj dan Ma’juj.
- Di antara poin menarik surah al-Kahf ini adalah menyinggung tentang tiga kisah: Pertama, kisah Ashâb al-Kahf. Kedua, kisah Musa dan Khidir. Dan ketiga, kisah Dzulqarnain.
Patut untuk diketahui bahwa berbeda dengan kisah-kisah al-Qur’an yang
terkadang merupakan sebuah kisah yang disebutkan dalam beberapa surah
al-Qur’an, namun ketiga kisah ini tidak disebutkan pada surah-surah
lainnya – kendati hanya pada surah al-Anbiya ayat 96 menyinggung tentang
masalah Ya’juj dan Ma’juj tanpa menyebutkan nama Dzulqarnain – dan hal
ini merupakan salah satu tipologi surah al-Kahf.[4] [iQuest]
[1]. Abdu Ali bin Jum’ah Arusi Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, jil. 3, hal. 241, Ismailiyyan, Qum, 1415 H.
، "و عن النبي (ص) قال: الا أدلكم على سورة شيعها سبعون ألف ملك حين
نزلت، ملاءت عظمتها ما بين السماء و الأرض؟ قالوا: بلى، قال: سورة أصحاب
الكهف من قرأها يوم الجمعة غفر الله له الى الجمعة الاخرى".
[2]. Ibid.
"سمرة بن جندب عن النبي صلى الله عليه و آله قال: من قرء عشر آيات من
سورة الكهف لم يضره فتنة الدجال، و من قرء السورة كلها دخل الجنة".
[3]. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat indeks, Pahala Membaca Surah-surah dalam al-Qur’an, 872, (Site: 1021); Tafsir Nur al-Tsaqalain, jil. 3, hal. 241-242. Hurr ‘Amili, Wasâil al-Syiah, jil. 7, hal. 410, Muassasah Ali al-Bait As, Qum, 1409 H.
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي
كُلِّ لَيْلَةِ جُمُعَةٍ لَمْ يَمُتْ إِلَّا شَهِيداً وَ بَعَثَهُ اللَّهُ
مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ وَقَفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الشُّهَدَاءِ".
[4]. Untuk telaah lebih jauh terkait dengan ajaran-ajaran surah al-Kahf, silahkan lihat Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 12, hal. 336-338, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1374 S; Tafsir Nur al-Tsaqalain, jil. 3, hal. 241-242; Thabarsi, Majma al-Bayan, jil. 6, hal. 690-691, Nasir Khusruw, Teheran, 1372 S.
MANFAAT MEMBACA SURAT KAHFI(2)
SUMBER =http://mirajnews.com/id/keutamaan-surah-al-kahfi/84355/
Surat Al Kahfi atau juga disebut Ashabul Kahf merupakan surat golongan Makkiyah atau yang diturunkan di Kota Mekkah. Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surat Al-Quran Al-Karim yang mempunyai keagungan dan keutamaan dibanding beberapa surat yang lain. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang belum mengetahui keagungan dan keutamaannya, sehingga sebagian mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya.Dr. Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa diantara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah).
Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Imam Al-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi’i: 1/237).
Terdapat beberapa hadist yang mengungkapkan tentang manfaat dan keutamaan pada surat ini, diantaranya:
Pertama, manusia yang membaca Al-Kahfi pada Hari Jumat akan terhindar dari fitnah Dajjal. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa dengan rajin membaca surat ini pada hari jumat maka akan terhindar dari fitnah tersebut.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ
قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ
مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa
yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya
dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari
kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)Kedua, membaca Al Kahfi pada hari Jumat adalah mendapat pengampunan dosa diantara dua Jumat. Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Barangsiapa
membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya
untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi:
3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar,
“Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling
kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam
Shahih al-Jami’, no. 6470)Ketiga, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
“Pada
hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang
cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (Qs. Al-Hadid: 12)Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
“Barangsiapa
membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya
untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan
Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta
dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no.
736)Surat Al-Kahfi Pelindung Fitnah Dajjal
Surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.
Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”
Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.
Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar